Kamis, 26 Oktober 2023

SAKSI DALAM UPACARA MERAS/ADOPSI ANAK

Upacara meras adalah  upacara manusa yadnya dalam melakukan proses adopsi anak yang mungkin disebabkan oleh pasutri yang tidak memiliki keturunan dan atau sebab lain yang disetujui oleh kedua belah pihak termasuk keluarga waris kewaris.

Sehubungan dengan hal tersebut pada hari Kamis Kliwon Menail,Penanggal 12 sasih Kelima icaka 1945 atau tanggal 26 Oktober 2023 tepat jam 14.00  diselenggarakan upacara 3 bulanan Luh Gede Ayu Kinanti putri dari pasutri I Made Setiawan dan Ni Nyoman Dewi krama Banjar Adat Tegenan kelod. Uniknya acara 3 bulanan ini mengundang Klian Banjar Adat Tegenan Kelod,Bendesa Adat Tegenan dan Klian Banjar Dinas Tegenan bermaksud sebagai saksi pemerasan anak tersebut. Upacara yang dipimpin oleh Jero Mangku Sukerta asal Lesung juga dihadiri oleh pihak keluarga purusa (kakak Kandung) suami yang asal banjar Sangging Kamasan Klungkung,sedangkan keluarga predana juga hadir Kakak sepupu (W.Darmayasa & Mk.Soma). Selesai upacara tiga bulan upacara pemerasan dengan sarana sederhana berupa peras dan sesantun dibuka oleh klian Banjar Adat Tegenan Kelod I Wayan Suiji. Dalam kesempatan itu Suiji menanyakan asal usul dan persetujuan keluarga tentang pengangkatan anak tersebut,karena secara prinsip saksi harus tahu kronologi pemerasan tersebut. Pihak keluarga yang diwakili oleh Nyoman Dewi menyampaikan bahwa anak tersebut berasal dari pasutri non hindu,melahirkan anak kedua dan sepakat memberikan anak tersebut untuk diangkat dengan alasan karena orangtua bersangkutan tidak kuat membiayai, maka biaya persalinan ditanggung oleh Dewi dan anak tersebut secara akta kelahiran adalah anak kandung dari Dewi dan Setiawan dengan tujuan agar kelak anak tersebut nyaman dalam kehidupannya. Upacara pun dilengkapi dengan peras sesantun sebagai upacara pelengkap sederhana pemerasan dan sudiwadani .

Suiji menanyai keluarga kedua belah pihak,orang tua,kakak,adik,misan pada prinsipnya menyetujui, bahkan atas inisiatif Wayan Darmayasa menyarankan pada Dewi agar disaksikan oleh Pemuka adat dan Dinas untuk kejelasan status yang bersangkutan. Karena semua pihak sudah mengakui,menyetujui dan mengijinkan pemerasan ini dan dengan sarana peras pejati,maka Suiji menyatakan siap sebagai saksi acara tigabulanan dan pemerasan tersebut,dengan catatan agar dikemudian hari tidakada masalah.

Sementara itu I Ketut Wanayasa Selaku Bendesa juga memberikan pesan agar semua ketentuan, persyaratan dan pengangkatan anak dilengkapi secara dinas agar dikemudian hari tidak terjadi masalah. Tiang ucapkan selamat punya anak ,semoga bisa menjadi anak yang suputri dan sayang pada orang tua.

Klian Dinas I Gede Tangkas juga menyampaikan agar administrasi di lengkapi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Klungkung,saya disini hanya menyaksikan acara ini sudah berlangsung baik, ucap Tangkas.

Acara diakhiri dengan ngedetin peras oleh yang bersangkutan,Pemuput dan para saksi,serta keluarga kedua belah pihak.(manixs)


Upacara 3 bulanan Luh Gede Ayu Kinanti

Prosesi 3 bulanan

Melepas memen bajangan

Klian Banjar Adat memediasi dan menyaksikan pemerasan dan sudiwadani 
bersama Bendesa Adat dan Klian Banjar Dinas Tegenan .







Minggu, 15 Januari 2023

TAKSU BALIAN KONTES MERPATI

 Bertepatan dengan hari  Umanis Kuningan komunitas penggemar merpati yang berasal dari Tegenan,Batusesa,Besakih,Rendang,Pempatan dan desa sekitar,berkumpul dihalaman SD 2 Menanga,Banjar Adat Tegenan Kelod mengikuti acara kontes merpati yang dibuka oleh perbekel Menanga I Made Hendra Sagita,SE.

Hendra dalam sambutan pembukaannya menyampaikan apresiasi kepada panitia telah berhasil menyelenggarakan acara kontes merpati ini,juga kepada PT Bali Agung Waters dan KSP Mekar sari sebagai sponsor dari kegiatan ini.Hendra juga menyampaikan rasa salutnya kepada bendesa I Ketut Wana Yasa karena Desa Adat Tegenan selalu terdepan di Desa Menanga dalam penyelenggaraan Pembinaan Pasraman Generasi muda,Pakis,Serati dan KWT,juga paiketan Pemangku dan kegiatan lain yang positif.

Kegiatan Kompetisi burung merpati dilaksanakan 3 tahap kegiatan yakni kontes merpati dimenangkan oleh I Wayan Sudarta sebagai Juara 1,I Putu Surata dan I Wayan Wenten sebagai juara 2 dan 3,Kejuaraan lainnya yang membawa peserta terbanyak dimenangkan oleh Kadek Agus,Kak Uban dan KMR,kegiatan ketiga adalah memperebutkan 15 hadiah undian. Kegiatan lain juga dilaksanakan pembersihan sampah plastik di sekitar lokasi  kegiatan untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai program PT.Bali Agung Waters,lingkungan harus disayangi karena merpati identik dengan simbul kasih sayang ujar I Wayan Suiji selaku Ketua Panitia sekaligus Klian Br.Adat Tegenan Kelod.

Juri saat menilai
Foto Perbekel,Bendesa dan Panitia bersama pemenang



 


Jumat, 04 Juni 2021

SUBAK LIPANG WUJUDKAN MIMPI JALAN MELINGKAR

 Jalan adalah akses utama untuk memperlancar kegiatan manusia dalam mendistribusikan hasil produksi usahanya untuk sampai pada konsumen dan atau gudang tempat penyimpanan untuk proses pendistribusian lebih lanjut.

Demikian pula halnya dengan Subak Lipang,bertepatan dengan hari Minggu Umanis Merakih,30 Mei 2021 telah merintis pembuatan jalan usaha tani melingkar mengelilingi area persawahan Subak Lipang,yang kedepannya bisa digunakan untuk jalan atau trecking pariwisata menikmati view indah hamparan sawah dengan pematangnya dan terasering yang berundak di kaki Gunung Agung bagian barat daya di ujung selatan wilayah Banjar Adat Tegenan Kelod,Desa Adat Tegenan.

Pada kesempatan itu Klian Banjar Adat Tegenan Kelod Mk.Manik Puspa Yoga dalam arahannya,menyambut baik dan mendukung kegiatan yang dilakukan oleh krama subak yang sudah semakin menggeliat dibawah kepemimpinan Guru Wayan Megeng,kedepan diharapkan untuk senantiasa bekerjasama meningkatkan kesatuan dan persatuan dikalangan krama subak khususnya dan krama banjar/desa adat pada umumnya. Dengan rasa segilik seguluk menyama braya,maka kecemburuan dan kesirikan diantara krama tidak terjadi, terutama sesudah mulai  menggeliatnya rintisan wisata tirta Telaga Surya. Ia juga berharap dengan adanya kegiatan ini sudah dapat menampung tenaga kerja baik pembuatan parkir ,pedagang dan utamanya karyawan yang dipekerjakan di Telaga Surya,jangan sampai seperti sifat ayam kampung ,ketika ada makanan bukan makanan yang dia cari justru berkelahi dengan temannya,sementara makanan dimakan oleh ayam lainnya. Kedepan kalau bisa berkembang, libatkan semua komponen untuk mendukung kegiatan ini,atur dengan baik sehingga kerukunan dan kedamaian untuk mewujudkan kesejahtraan bersama,astungkara tercapai,pungkasnya.

Klian Pekaseh subak Lipang Guru Wayan Megeng juga menyampaikan terimakasih kepada krama subak yang telah antusias mendukung kegiatan ini utamanya krama yang sawahnya dipakai jalan sudah dengan rela menyerahkan untuk dikerjakan tanpa ada suatu hambatan yang berarti. Ruta jalan ini mulai dari bagian timur ditengah tengah mulai dari Kuanaya kebarat ,diujung barat lurus kebawah menuju sungai Bangol dan yang berbelok ke kiri menuju keselatan sampai diujung selatan belok kiri ketimur,ditengah tengah belok kanan tembus di areal Obyek Wisata Tirta Telaga Surya.,sedangkan ditengah sebelah barat Kuanaya belok kanan menuju keutara belok kiri sedikit menuju barat laut hingga sampai penghujung utara,bisa tembus naik ke desa(Setra). Panjang ruas  jalan usaha tani yang diperuntukan traktor dan sepeda motor ini panjangnya sekitar 1.100 meter, kedepan rencananya setalah badan jalan rampung akan diajukan proposal ke pemerintah dan atau dinas terkait untuk bisa dirabat beton,sehingga aman bagi petani. 

 Sekretaris Subak Lipang I Made Entegan juga menginformasikan bahwa pupuk dan bantuan bibit padi sudah datang dan tanpa ada biaya alias gratis dari pemerintah,sehingga krama subak tinggal mengambil bibit yang akan dibagikan pada saat rapat rutin yang akan datang,semoga rintisan jalan ini akan dapat meningkatkan aktivitas sekaligus kesejahtraan bagi kita semua,ujarnya.(by.manix)

 

 

 


 

Senin, 12 April 2021

PEMBENTUKAN ORGANISASI "PAIKETAN BRAYA SANTHI"

Implementasi sila kedua Pancasila yakni Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab sangat urgen kita laksana-kan,lebih-lebih dalam pandemi Covid 19 ini,rasa syukur pada Tuhan patut senantiasa kita panjatkan,kare-na Beliau masih memberikan kita kesehatan dan nafas kehidupan. Hal itu diungkapkan Klian Banjar Adat Tegenan Kelod Mk.Manik dalam pengarahannya ketika rapat pembentukan Paiketan Braya Santhi yang di prakarsainya Senin,5 April 2021 kemaren. Hadir pada kesempatan ini anggota BPD perwakilan Tegenan I Ketut Wana Yasa,A.Md.Par,Klian Banjar Dinas I Gde Tangkas Wiguna dan I Made Mustapa A.Md.Com. beserta anggota lainnya di sekretariat Koperasi Mekar Sari. Lebih lanjut Mk.Manik memaparkan tujuan di bentuknya Paiketan ini adalah semata-mata sebagai organisasi kemanusiaan yangNya. Mengenai nama or- ganisai   ini  disepakati bernama Paiketan Braya Santhi artinya Organisasi persaudaraan yang harmoni dan damai. dengan keanggotaan ada anggota tetap dan anggota insidental,ditetapkan Kantor Koperasi Mekar Sari sebagai Sekretariatnya,Penanggungjawab Mk.Manik sebagai Klian Banjar Adat,Eksekutor Seka Teruna,Sekretaris I Made Mustapa(Owner Cinang Tani) dan Bendahara I Made Lanus( Kasir Kop.Mekar Sari).

Untuk tahap pertama   jumlah anggota 26 orang dengan kesepakatan sasaran bantuan kepada 25 orang lan sia masing-masing dibantu 1 paket sembako dan uang tunai Rp.50.000,- dalam rangka menyambut hari raya Galungan dan Kuningan. Sasaran yang dibantu adalah :

1.Ni Wayan Beneh                7.Ni Wayan Tindih                13.Ni Wayan Ketil        19. Guru W.Tre    2.Bibi Megeng                      8.Ni Wayan Degdeg              14.I Made Sukadana     20.Ni Wayan Pupul     3.Bibi Jati                              9.Bibi Gai                             15.Ni Nyoman Werni    21.I Nyoman Rutisna  4.I Wayan Nukardi                10.Ni Wayan Wenten            16.I Komang Putu         22.Ni Wy.Kadi          5.I Komang Diarsi                11.Ni Wayan Murya              17.I Komang Brana       23.Ni Ketut Dedep      6.Ni Wayan Sumampen        12.Ni Mk.Sukerti                  18.I Made Rauh             24.Ni Kt.Suwasta                                                                                                                                          25.I Wy.Suwija.

Nantinya diharapkan kegiatan ini dapat berlanjut,sesuai rencana bersama,semoga harapan terkabul ,lang kah kami dalam membantu sesama dilancarkan,tidak hanya terbatas Tegenan Kelod,Tegenan Kaler na - mun bisa sampai keluar wilayah Desa Adat Tegenan.(by: wullan)


                                      Rapat pembentukan organisasi/Paiketan Braya Santhi

                                                           Menjelang persiapan  eksekusi



Penanggungjawab memberikan arahan sebelum eksekusi kelapangan.
Nenek yang paling butuh bantuan,
I Wayan Kariana,S.Pd,S.Sos selaku anggota paiketan membagikan sembako
Bendahara membagikan sembako pd seorang krama
Sekretaris membagikan sembako dan THR.
 
Ketua Seka Teruna turut berpartisipasa (manixs)










 

      

Minggu, 04 April 2021

SESANA NGEWERDIANG RAHINA GALUNGAN

 Seka Teruna WERDHI SESANA Br.Adat Tegenan Kelod rahina Redite Klion Sungsang,pinanggal 4 April 2021 dauh 16.00 Wita ngawit margi ring Bale Desa Adat Tegenan ngantos ke setra ngemargiang parikrama mereresik sajeroning nyanggra rahina suci Galungan sane jagi rauh.

Wayan Teguh Pramarta,klian Seka Teruna maosang,indik tetujon ngemargiang kegiatan punika nenten wenten tios wantah nyokong pemargi krama Banjar sajeroning ngemargiang Tri Hita Karana utamanipun ring widang Palemahan,sios ring punika manut dane,mangda generasi muda pinaka penyeledi swadarma ring pakraman kapungkur wekas presida memargi becik lan antar,napi malih desan iraga sering kelintangin tamyu sane gumanti melila cita ring obyek permandian Telaga Surya. Pemargi mereresik puniki taler mendukung Tegenan dados objek wisata tirta. Yening sampun saling mendukung sinah kapungkur polih kontribusi saking kegiatan wisata mewastu krama Tegenan kelod pamekas presida muka lapangan kerja anyar pendukung pariwisata mawinan kasukertan krama sayan nincap.

Parikrama mereresik puniki naler metetujon, ngerumaketang pasawitran pantaraning krama ST.Werdhi Sesana sane anyar wau ngeranjing ring organisasi puniki, manut pamutus paruman sane wau lintang. akeh kramane rauh gumanti tragia nyanggra rahina jagat Galungan ngajegang dharma agama nitenin Tegenan Kelod ngewerdiang sesana sane becik manut tatwa,susila lan upakara pinaka bantang ajaran Agama Hindu.

                               Parikrama mereresik ring margi Bale Desa Adat ngantos ke setra

Ring galahe punika taler kemargiang pengumpulan peturunan manut daging pemutus paruman, sane kemargiang olih Ni Ketut Nita pinaka juru raksa ST.Werdhi Sesana.

Pidabdabe punika taler kesokong olih Klian Banjar Adat Tegenan Kelod lan Klian Banjar Dinas Tegenan antuk pengapti dumogi para yowana Werdhi Sesana presida ngewerdiang sesana sane becik ring sajeroning kahuripan,pamekas manut visi Banjar Adat Tegenan Kelod 'Widya Kertha Mandala' melarapan nincapang kompetensi diri  ,antuk :nincapang pendidikan,ketrampilan,ngajegang daging tattwa agama,piteket anak lingsir/tradisi,pastika santi jagatita ring Tegenan kelod pamekas nyane. (manix)


Kamis, 18 Februari 2021

RENOVASI TEMBOK TETAMIAN DAN MEMBANGUN SANGGAR AGUNG

 Pura Dalem adalah salah satu Kahyangan Tiga Desa sebagai salah satu syarat berdirinya sebuah Desa Adat ,demikian pula halnya dengan Desa Adat Tegenan,Pura Dalem Putra merupakan Kahyangan Tiga Desa di Desa Adat Tegenan, yang terletak sekaligus sebagae emponan krama Banjar Adat Tegenan Kelod.  Dengan semangat ngayah krama bergotong royong menyelesaikan renovasi Tembok penyengker pura bagian belakang yang pendiriannya tahun 1921 dalam kondisi yang kurang bagus,sedangkan padmasana yang sudah berdiri sejak 2005 diganti dengan pembangunan Sanggar Agung dengan menggunakan batu padas.

Klian Banjar Adat Tegenan Kelod Mangku Manik Puspa Yoga bersama Jero Mangku Dalem Guru Mangku Ketut Kania  bersama prejuru dan krama yang ditugaskan mengadakan peletakan batu pertama pada taggal 06 Oktober 2020 bertepatan dengan Anggarakasih Medangsia,sasih Kapat icaka 1942.

Pemugaran tembok dilengkapi dengan diorama yang bersumber dari Lontar Atma Presangsa,dimana tembok bagian tengah yang tampak dari pelataran pura terdiri dari sebuah Kayonan besar dan punakawan Tualen dan merdah yang mengandung makna,ketika di pura Kayonan atau kayun atau pikiran harus bersih dan berposisi sebagai abdi Ida Betara Dalem. Lebih lanjut Mk.Manik menyampaikan diorama disebelah utara kayonan terdiri dari kisah siwalatri,bahwa hidup manusia sesungguhnya adalah sebagai nisada/pemburu (pengetahuan,kebutuhana hidup jasmani dan rohani) dan apabila kita berhasil maka akan mendapat anugrah masuk surga/siwa loka/kebahagiaan. berlajut dibagian selatan adalah diorama siwa nataraja mengandung makna pelestarian tradisi dan budaya leluhur, barulah diorama berikutnya Sanghyang Suratma mengecek Sanghyang atma dalam sebuah penangkilan. Disanalah Atma diarahkan ke sorga atau neraka menurut karmanya. disebelah selatan Kayonan paling hulu/utara adalah gambar sanghyang atma dijemput widyadara-widyadari karena amalan hidupnya didunia senantiasa berlandaskan ajaran Dharma,Trikaya Parisuda sehingga ia pantas masuk siwaloka.Berlanjut ke selatan ada diorama Sanghyang Atma kena hukuman sesuai karma laku hidupnya di dunia , antara lain suka ujar ala,memfitnah,berbohong,mencaci,ada atma yang malas ngayah/bergotong royong, lupa pada kawitan ,atma yang melaksanakan asta dusta,desti,meracun dan kejahatan lainnya.

Semua itu adalah refleksi kehidupan manusia,harapannya agar kita bisa kontrol diri dan memikirkan laku kita dalam hubungannya dalam keadaan kita setelah meninggal. Sedangkan pembangunan lainnya adalam pembangunan sebuah Sanggar Agung yang sudah lama direncanakan.

Mangku Manik menambahkan bahwa pembangunan di Pura Dalem semenjak kepemimpinannya mulai 1995 hampir keseluruhan sudah diganti hanya masih tersisa 1 bangunan lama yang berupa candi bentar sebagai warisan leluhur sementara itu masih layak dan hanya dirawat saja,supaya ada kenangan. Pembangunan itu bisa terlaksana karena kesatuan dan persatuan serta semangat krama untuk ngayah sudah sangat luar biasa,klian tidak akan mampu berbuat apa bila tidak didukung oleh kramanya, astungkara semua itu terwujud adalah kerja keras krama Banjar Adat Tegenan Kelod.

Pembangunan kali ini menelan dana Rp.87.439.000,- terdiri dari : Pembelian Sanggar Agung tinggi 5 m seharga Rp 45.000.000,-(Md.Suparta,Selat) ,material tembok dan jalan setapak Rp. 13.493.000,-Ongkos kerja pada guru megeng cs.Rp.19.040.000(tembok),Rp.980.000,-(pasang paping) ongkos dirama W.Ariasa Rp.4.050.000,-Km Selahdana Rp.3.250.000,-,Lapan/meja besi Sanggar Agung Rp.450.000,-alat lainnya Rp.1.176.000,-. itu secara tunai sedangkan swadaya gotong royong krama sebanyak masing masing 5 kali @ 2 jam diatur secara bergiliran karena situasi pandemi Covid 19 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dimana  jumlah krama 119 orang,maka nilainya  kurang lebih 15jutaan kalau diuangkan ,belum lagi biaya upacaranya. Sumber pembiayaan tunai dari kas Pura Dalem dan bantuan BKK Kabupaten Karangasem tahun 2020 sebesar Rp.10.000.000,- rasa syukur dan terimakasih yang tak terhingga disampaikan kepada krama saat rapat pada Buda Wage Ukir kemarin, dalam laporan pertanggungjawabannya (170221) kepada krama yang telah diajak bekerja keras,kerja tuntas dan kerja iklas sehingga pembangunan bisa selesai pada waktunya,ucap Mk.Manik.

Akhirnya atas asung kerta waranugraha Ida Betara Dalem ,bangunan tersebut dapat diplaspas alit pada hari Buda Wage Klau tanggal 13 Januari 2021 bertepatan tilem kepitu ( H+1 siwalatri),yang disaksikan oleh Wakil Bendesa Desa Adat Tegenan I Ketut Wana Yasa,A.Md.Par. by.wull@n.

Tembok sebelum direnovasi

Peletakan batu pertama  sebelum pugar tembok oleh Mk.Dalem dan Mk Manik/Klian

Peletakan batu pertama pembangunan Sanggar Agung
 
Vidio sudah selesai pembangunan


Pembangunan Sanggar Agung
Salah satu diorama atma lupa dengan kawitan

Ini hukuman atma yang lengit tedun di banjar.
Mogi gering covid 19 digelis metilar,rahayu sareng sami,suksma.


 

Selasa, 17 November 2020

PEMBANGUNAN TAPAL BATAS MENEMBUS LINTAS PENTAS

 Desa Adat Tegenan sebagai salah satu Desa Pregunung Besakih selama ini belum dikenal orang dalam pentas wilayah,karena ketika kami menyatakan diri dari Tegenan sering kali orang menyebutkan Tenganan,sehingga suatu kali pernah membuat KCK salah alamat. dari Tegenan tapi tercantum Tenganan sehingga harus diulang. Juga seringkali penduduk Tegenan supaya tidak ribet bila ditanya dari mana,maka sering menjawab dari Besakih atau dari Menanga atau dari Rendang yang sudah dikenal orang.

Melihat dari fakta itulah muncul rasa prihatin,maka diusulkanlah program BKK Kabupaten 2020 digunakan untuk membuat batas Desa agar lebih mudah dikenal orang,maka atas dasar SK Bendesa Desa Adat Tegenan No.02/KEP.BAT/DAT/VII/2020 tanggal 13 Juli 2020 tentang Pembentukan dan Penetapan Susunan Panitia Pembangunan Fisik Desa Adat Tegenan TA 2020 ditunjuklah inisiatornya yakni IWayan Suiji sebagai ketua Pelaksana Pembangunan Tapal Batas Desa Adat Tegenan dan Renovasi Balai Desa Desa Adat Tegenan. Bergeliat dari rasa jengah dan peduli dengan mengusung motto desa BAKTI MANDALA KRIYA (mengabdi di desa melalui kerja nyata) maka ketua panitia dengan timnya bergerak mewujudkan impiannya. Setelah dibentuk langsung action dengan merapatkan seluruh elemen desa dengan mebagi diri sesuai bidangnya yakni bidang design perencanaan, bidang teknis dan pengawasan, setelah masing melaksanakan tugasnya maka untuk pembangunan Tapal Batas dengan dana BKK Kabupaten bekerjasama dengan Seka Teruna Werdhi Sesana dibawah kordinasi ketuanya I Wayan Teguh Pramarta juga dukungan dari Tim,donasi dari Ani Bali Shop berupa cet (190rb),Km.Dwija bunga(350rb),Agus Suciarta bunga(75rb),Yoga,Surata,Nubagia Md,Gr.Km.Jana spanduk(60rb).Akhirnya dengan kerja keras dan kebersamaan maka 15 Nov.2020 bertepatan dengan Tilem ke enem bangunan Tapal Batas tersebut dipelaspas secara sederhana.

                                                    Anak-anak STT yang siap membangun Desa




Acara Mlaspas,15 Nov.2020

Sedangkan pelaksanaan Rehab kap baja dengan genteng sakura secara total di bangunan inti dan seng di gedung selatan Balai Desa menggunakan dana BKK Provinsi Bali TA.2020 sebesar Rp.165 jt ,Untuk pembersihan material bangunan yang berupa pecahan asbes dan bongkaran lainnya pembersihannya dibantu oleh STT Werdhi Sesana, Paiketan Istri Dharma Patni,Paiketan Serati Banten dan Panitia Renovasi Bale Desa dikerjakan pada tanggal 14 Nov.2020 sedangkan acara nyayuti mepresista dilaksanakan tanggal 15 Nov.2020 jam 16.00 dipuput oleh Mk.Manik Puspayoga karena Ketua Pakilitan Pinandita yang rencananya muput mendadak ada acara panggilan nabe ngiring ke Nusa Penida,sedangkan Jero Bendesa dalam keadaan cuntaka,(manixs)
Bangunan sebelum renovasi
Paling kiri pemenang tender
Panitia Pelaksana
Cek Lokasi sebelum tender
Kap Baja
Renovasi Balai Desa sudah usai

Mepiuning sebelum kerja