Media Manixgni– Bertepatan dengan hari suci Anggara Kasih Tambir, Selasa, 13 Januari 2026, SMP Negeri 3 Rendang melaksanakan pelantikan pengurus OSIS serta pengurus lembaga organisasi siswa lainnya. Kegiatan sakral tersebut berlangsung di Pura Gua Gala-Gala, Banjar Adat Tegenan Kelod.
Panitia pelaksana kegiatan, Ni Kadek Ririn Susanti, S.Pd., menjelaskan bahwa pemilihan lokasi pelantikan di Pura Gua Gala-Gala merupakan bentuk pengenalan lingkungan sekaligus upaya mendekatkan siswa dengan alam spiritual.
“Jika jiwa manusia dilandasi dengan spiritual yang kuat, maka akan lahir generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan yang terpenting berkarakter atau berbudi pekerti luhur,” ujarnya.
Pembina kesiswaan SMP Negeri 3 Rendang, Ida Ayu Nyoman Okayani, S.Ag., menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi melukat sebagai simbol pembersihan diri dari segala mala atau kekotoran. Selanjutnya dilaksanakan persembahyangan bersama untuk memohon restu kepada Ida Bhatara yang berstana di Pura Gua Gala-Gala.
“Melalui persembahyangan ini, kami mohon agar anak-anak kami mendapatkan tuntunan dan jalan terang dalam melaksanakan tugas organisasi, meraih cita-cita, serta tumbuh menjadi anak-anak yang suputra,” harapnya.
Prosesi persembahyangan dipimpin oleh Jero Mangku Manik . Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menjelaskan sejarah berdirinya Pura Gua Gala-Gala beserta manifestasi yang dipuja di tempat suci tersebut.
Menurut Jero Mangku Manik, Pura Gua Gala-Gala bermula sekitar tahun 1957, didirikan oleh seorang pengangon bebek yang kehilangan ternaknya. Dalam pencarian tersebut, ia menemukan sebuah goa yang di dalamnya terdapat sumber air luas menyerupai danau. Goa tersebut dikenal memiliki tiga rongga dengan suara gemuruh menyerupai ombak kecil dan disebut Danau Mengkeb. Ia berkaul bahwa apabila bebeknya ditemukan, maka akan dibangun bebaturan di lokasi tersebut.
Namun pada tahun 1963, saat Gunung Agung meletus, bebaturan tersebut tertimbun lahar dingin. Pada tahun 1972 dilakukan penggalian kembali sumber mata air untuk dialirkan ke wilayah Rendang. Sejak saat itu, kerap terjadi kejadian-kejadian niskala seperti terdengar suara aneh dan penampakan ular besar, sehingga dibangunlah patung serta pelinggih.
Perkembangan selanjutnya, pada tahun 2002 terjadi peristiwa kesurupan massal di lokasi tersebut. Melalui pawisik, dititahkan pembangunan pura yang kemudian diberi nama Pura Gua Gala-Gala. Di pura ini distanakan Gedong Pengayengan Pura Dalem Puri Besakih, Betara Ananta Bhoga, serta Betara Sri Mas Amertha, dengan penglukatan Panca Amertha yang disimbolkan melalui lima pancuran.
Seiring waktu, banyak umat dari berbagai daerah seperti Singaraja, Gianyar, Badung, Kubu, Tambahan, Tajun, dan wilayah lainnya datang nangkil. Mayoritas umat menyampaikan bahwa kehadiran mereka berdasarkan petunjuk spiritual dari mapinunas.
Pura ini juga dikenal dengan sebutan Pura Langse sebagai gerbang gaib menuju Pura Dalem Puri Besakih. Bahkan, menurut seorang tokoh spiritual, terdapat konektivitas spiritual antara Goa Lawah, Gua Gala-Gala, dan Gua Raja. Di Goa Lawah umat nunas Hyang, kemudian melukat di Gua Gala-Gala sebelum nangkil ke Dalem Puri, dan selanjutnya ke Gua Raja untuk memohon tirtha amerta.
Usai kegiatan tersebut, Jero Mangku Manik juga memberikan dukungan moril kepada Ketua OSIS dengan menyerahkan sumbangan sekadarnya,mengingat beliau juga mantan keluarga besar SMPN 3 Rendang.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Rendang yang diwakili oleh Jero Mk. Komang Aristana, S.Pd., salah seorang guru spiritual, menyampaikan apresiasi kepada pengempon Pura Gua Gala-Gala yang telah memberikan tempat untuk pelaksanaan kegiatan ini.
Ia berharap agar para pengurus OSIS sebagai calon pemimpin siswa mampu melaksanakan tugas dengan baik serta senantiasa mendapatkan tuntunan dari Tuhan Yang Maha Esa.(manixs)
.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)


