Jumat, 26 Februari 2016

PEDOMAN PERAYAAN MENYAMBUT GALUNGAN DAN KUNINGAN



1. ACUAN
  1. Keputusan Seminar Kesatuan Tafsir Terhadap Aspek-aspek Agama Hindu disyahkan PHDI Pusat.
  2. Kidung Panji Amalat Rasmi
  3. Lontar Purana Bali Dwipa
  4. Lontar Sri Jayakasunu
  5. Lontar Sundarigama
2. TUJUAN
Perayaan Galungan dan Kuningan bertujuan mengingatkan  umat Hindu agar senantiasa meme-nangkan dharma dalam kehidupan sehari-hari. Dharma adalah kecenderungan Trikaya parisuda yang disebut sebagai Daivi Sampad, sedangkan kebalikannya, yaitu Adhar-ma adalah kecenderungan sifat dan prilaku keraksasaan atau Asuri Sampad. 
Sanghyang Tiga Wisesa berwujud sebagai Bhuta Dungulan, Bhuta Galungan dan Bhuta Amang-kurat adalah symbol Asura Sampad yang ada dalam diri setiap manusia, yaitu kecenderungan ingin lebih unggul (Dungul), kecenderungan ingin menang dalam per-tikaian (Galung), dan kecenderungan ingin berkuasa (Amangkurat).

3. RANGKAIAN UPACARA GALUNGAN
  1. Mulai hari Tumpek Wariga memuja Sang-hyang Sangkara, memohon agar semua tumbuh-tumbuhan subur dan berbuah lebat. Upacara dipusatkan di kebun, dan Sanggah Pamerajan.
  2. Coma Paing Warigadean. Memuja Bhatara Brahma, memohon keselamatan diri. Upacara dipusatkan di Sanggah Pamerajan.
  3. Wraspati Wage Sungsang (Sugihan Jawa). Mensucikan Bhuwana Agung. Upacara dipusat-kan di Sanggah Pamerajan,Pr.Dadia,Kahyangan Tigadan pura-pura lainnya yg dianggap perlu.
  4. Sukra Kliwon Sungsang (Sugihan Bali). Mensucikan Bhuwana Alit. Upacara dipusatkan di Sanggah Pamerajan, dan melaksanakan penyucian diri/mesayut di natar rumah.
  5. Redite Paing Dungulan (Penyekeban). Anyekung jnana sudha nirmala, menggelar samadhi menguatkan tekad memenangkan dharma krn hari ini turun Sang BhutaGalungan. Upacara dipusatkan di Sanggah Pamerajan.
  6. Coma Pon Dungulan (Penyajaan). Menguatkan samadhi melawan pengaruh-pengaruh Asuri Sampad/nyajah godaan Sang Bhuta Dunggulan,. Upacara dipusatkan di Sanggah Pamerajan.
  7. Anggara Wage Dungulan (Penampahan). Jaya prakoseng prang, memenangkan Daivi Sampad. Upacara mabeakala bagi seluruh keluarga untuk nampah godaan Sang Bhuta Amangkurat . Hari in  memasang penjor diluar pekarangan rumah.
  8. Buda Kliwon Dungulan (Galungan). Memuja Ida Sanghyang Widhi atas asung wara nugraha-Nya memberi kehidupan dan perlindungan bagi umat manusia. Upacara di Sanggah/Pamerjan jam 06. Sembahyang bersamadi Pr. Dadia jam 07,Pr. Dalem jam 08 dan di Puseh jam 09.30.
  9. Wraspati Umanis Dungulan (Manis Galungan). Melakukan dharma santi, saling mengunjungi keluarga dan sahabat serta saling maaf memaafkan. Di malam hari terus menerus sampai dengan Sukra Wage Kuningan selama 9 (sembilan) malam melakukan samadhi Nawa Ratri, berturut-turut memuja Bhatara Iswara, Mahesora, Brahma, Rudra, Mahadewa, Sangkara, Wisnu, Sambu, dan Tri Purusha (Siwa, Sada Siwa, Parama Siwa).
  10. Saniscara Pon Dungulan (Pemaridan Guru). Ngelungsur upakara Galungan, membersihkan Sanggah Pamerajan dan metirtha yatra.
  11. Redite Wage Kuningan (Ulihan). Memuja Bhatara dan Leluhur menstanakan di pelinggih masing-masing. Upacara dipusatkan di Sanggah Pamerajan.
  12. Coma Kliwon Kuningan (Pemacekan Agung). Nyomia Sanghyang Tiga Wisesa. Upacara di halaman rumah dengan mesegehan.
  13. Budha Paing Kuningan. Pujawali Bhatara Wisnu. Upacara di Sanggah Kemulan.
  14. Saniscara Kliwon Kuningan (Kuningan). Memuja Ida Sanghyang Widhi dan  Leluhur/ Dewa Hyang  mohon agar senantiasa berada di jalan dharma. Upacara di Sanggah pamerajan sebelum jam 12 siang agar getaran  kesucian dan  kekuatan  Daivi Sampad merasuk kedalam diri kita.
  15. Buda Kliwon Paang (Pegatwakan). Memuja Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam  manifestasi-Nya sebagai Sanghyang Suksma Licin. Upacara dipusatkan di Sanggah Pamerajan. Hari ini merupakan akhir rangkaian Galungan dengan mencabut penjor.
4. PENJOR
  1. Penjor adalah upakara yang wajib disertakan pada setiap hari raya Galungan, mulai ditancapkan pada Anggara Wage Dungulan dan dicabut pada Buda Kliwon Paang.
  2. Makna penjor: Ucapan terima kasih kepada Bhatara Maha Meru yang telah memberikan pengetahuan dan kemakmuran kepada umat manusia.
  3. Kelengkapan dan arti simbol-simbol:
o    Sebatang bambu sebagai simbol keteguhan hati untuk berbhakti kepada Ida Sanghyang Widhi.
o    Hiasan berbentuk bakang-bakang sebagai symbol Atarva Veda
o    Hiasan berbentuk tamyang sebagai symbol Sama Veda
o    Hiasan berbentuk sampyan sebagai symbol Yayur Veda
o    Hiasan berbentuk lamak sebagai symbol Rg Veda
o    Pala gantung, pala bungkah dan kain putih-kuning sebagai simbol kemakmuran dan kecukupan sandang-pangan-perumahan
o    Ubag-abig sebagai simbol kekuatan dharma
o    Sanggah cucuk untuk menempatkan sesaji berupa tegteg daksina peras ajuman
  1. Cara memasang penjor:          
    Sebelum penjor ditanam, lobang galian agar disucikan dengan banyuawang kemudian didasar lobang diletakkan kwangen dengan uang 11 kepeng. Juntaian ujung penjor mengarah ke “teben”,/jalan,sehingga sanggah penjor menghadap ke “huluan”. Setiap hari penjor di haturi canang burat wangi.
  2. Cara mencabut penjor:           
    Semua hiasan penjor dibakar, dan abunya dimasukkan kedalam lobang bekas penjor, kemudian diletakkan sebuah takir berisi bubur susuru (tepung beras, madu, susu dan tiga helai padang lepas digodok menjadi bubur). Setelah itu lubang ditimbun tanah. Bambu bekas penjor dapat digunakan untuk keperluan lain.
5. GALUNGAN NADI
Adalah Galungan yang bertepatan dengan Purnama. Rangkaian upacaranya sama dengan Galungan biasa, tetapi jenis upakaranya setingkat lebih tinggi. Galungan Nadi lebih diistimewakan karena diberkahi oleh Sanghyang Ketu, sebagaimana halnya perayan Galungan pertama pada tahun 804 Saka yang bertepatan dengan Purnama sasih Kapat.

6. GALUNGAN NARA MANGSA
Adalah Galungan yang bertepatan dengan Tilem sasih Kapitu atau Tilem sasih Kesanga. Disebut sebagai hari “Dewa mauneb bhuta turun”. Pada hari Galungan Nara Mangsa upakara yang disebut tumpeng Galungan ditiadakan, diganti dengan caru nasi cacahan dicampur keladi. Tidak memasang penjor, tetapi upacara lainnya tetap dilaksanakan.

7 HARI RAYA KUNINGAN
Hari Kuningan, penjor itu tetap digunakan dan banten pejati yang ada di sanggah penjor diganti dengan yang baru, serta ditambah hiasan jejahitan tamiang.endongan selanggi.Usahakan membuat tamiang dan endongan, karena bahan-bahannya sangat mudah dicari, yaitu daun kelapa muda (busung) dan kembang berwarna merah. Tamiang adalah simbol penolak adharma/ mala.Tumpeng kuningan memang berwarna kuning. Di Hari Kuningan jangan sembahyang lewat jam 12  . karena puncak energi dan vibrasi ada pada tengah hari. jangan pula melaksanakan sembahyang  sebelum jam 06.00 pagi ,kalau sebelum jam 06.00 pagi sudah sembahyang itu artinya sama dengan hari Penampahan Kuningan karena hitungannya tahun caka   
Jadi mari kita laksanakan upacara Galungan dan Kuningam dengan sederhana,tepat sasaran dan penuh makna ,jangan berlebihan hingga mengakibatkan utang karena yadnya,itu adalah salah besar. Mari buat hidup ini seimbang,untuk sekala (biaya hidup,sekolah,kesehat an,investasi dll) dan niskala (yadnya,punia,bakti) dan terpenting mari kita jaga persatuan dan kesatuan agar Tegenan kedepan lebih damai,nyaman dan sejahtera. Mari perangi kegelapan untuk menjadi manusia utama (Yudha Awidia Narottama)Stitidharma/ posted by Manix Puspa Yoga

 Suasana pura yang dihias pada saat Hari Raya Galungan
 Sembahyang bersama di Pura Dadia pada saat Galungan
sebagai bentuk kebersamaan dan kekeluargaan.

Selasa, 23 Februari 2016

MENYONGSONG MATAHARI 2016

Acara melepas tahun 2015 dan menyongsong Matahari 2016 di Desa Pakraman Tegenan di isi dengan kegiatan Penutupan Pasraman Karawitan/Tabuh dan dirangkai dengan kegiatan sosial,HUT STT.Werdi Sesana yang ke 35. Rangkaian kegiatan dimulai pada hari Jumat,25 Desember 2015 acara persem- bahyangan bersama di Pura Puseh,27 Desember dilaksanakan acara jalan sehat mengambil rute dari Balai Banjar keselatan hingga di depan Pura Dalem hingga Jalan Masdipa(dibantu buldoser dari Pr.Dalem hingga sungai) dan kembali ke Bale Banjar melewati gang tengah. 
Acara ini dibuka Bendesa Desa Pakraman Tegenan pada pukul 07.30 yang diikutu oleh anggota STT.Werdi Sesana,siswa SMPN 3 Rendang,WHDI dan KWT serta PKK DusunTegenan. usai jalan santai dilanjutkan dengan pengundian kupon dorprice. Pada kesempatan tersebut bendesa menyampaikan terimakasih dan salut karena generasi muda memiliki ide kreatif,inovatif danproduktif dalamperan sertanya membangun desa. Seka terunasebagai wadah pemuda/i hendaknya bisa dipakai alat pemersatu bukan  blok-blokan satu dengan yang lainnya,lebih-lebih dewasa ini pengaruh dunia global khususnya IT sangat rentan terhadap pecahnya rasa persaudaraan kalau tidak bisa mawas diri dan berfikir logis. Maka dengan adanya kegiatan STT berkolaborasi dengan parasiswa SD,SMP sebagai calon anggota,WHDI,PKK dan KWT merupakan contoh baik yang patut dikembangkan,oleh karenanya saya selaku orang tua menyampaikan terimakasih.
Selanjutnya pada malam tanggal 31 Desember 2015 diselenggarakan acara puncak yakni Penutupan pesraman Karawitan/Tabuh yang diikuti oleh Seka Gong Gargita Sandi Desa Seket dengan pelatih I Wayan Surata,SST,Mk.Sueta dari Besakih,W.Tegteg dari Nongan. Pada acara itu hadir Bendesa Majelis Alit Desa Pakraman Kecamatan Rendang,Camat beserta Forum Pimpinan Kecamatan,Perbekel dan tamu undangan lainnya. Camat Rendang I Wayan Mastra,SH dalam sambutannya menyampaikan kegiatan Desa Pakraman yang dipadukan dengan Seka Teruna dalam menyambut Ulang Tahunnya yang ke 35 dan dihibur oleh pentas Ibu-ibu WHDI,KWT dan PKK serta adanya penyerahan bantuan Pendidikan melalui beasiswa prestasi, bantuan musibah kebakaran dan penataan lingkungan hidup serta merayakan tahun baru,ini adalah hal yang luar biasa dan patut dicontoh oleh desa-desa lainnya. Hal ini mengajarkan kita bagaimana orang tua (Desa Pakraman) mendukung,mendidik,generasi muda untuk hal yang positif dan tidak mabuk atau hura-hura dalam melampyaskan kegembiraan menyambut tahun baru,demikian juga ibu-ibu kompak mau menghibur anak-anaknya sehingga memberikan rasa kasih sayang yang diimplementasikan melalui hiburan pementasan seni musik atau tarian,demikian juga ada rasa peduli dan merasakan kesedihan warga yang kena musibah kebakaran melalui penyerahan bantuan dan peduli juga pada alam melalui penataan lingkungan dalam bentuk Bendesa menyerahkan bantuan mesin sensor rumput pada Banjar Tegenan Kaler dan Kelod. Sekali lagi saya selaku Camat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan semacam ini. Usai penutupan diserahkan bantuan Mesin kepada kedua banjar,bantuan tunai @ Rp.500.000,- kepada warga kena musibah yaitu Km.Ketil,Mk.Ledang,Md.Ribek,Md.Sudiasa dan Md.Gebun. sedangkan Klian Br.Adat Tegenan Kelod menyerahkan Beasiswa Prestasi kepada tk SD: Ni Md.Soyani,tk SMP.I Wayan Nova Suputra,SMA I Wayan Teguh Pramarta,SMK Ni Kd.Saputri sedangkan bantuan sembako diserahkan kepada Ni Wayan Murya,Ni Wayan Kengin dan Ni Wayan Entegan semuanya janda tua mandiri..by;manix.

Jumat, 19 Februari 2016

MLASPAS GEDONG PR.DALEM PUTRA

Bertepatan dengan perayaan Rahina Sugimanik Bali pada hari Jumat,5 Pebruari 2016 di Pura Dalem Desa Pakraman Tegenan yang terletak di Banjar Adat Tegenan Kelod diselenggarakan upacara pemlaspas Ge - dong Dalem yang 'dipuput' Ida Pedanda Gede Nyoman Jelantik Dangin dari gria Alangkajeng Nongan, de - ngan munggah bakti bebangkit,caru manca sata,ayaban sayut pitu. Pelaksanaan pemugaran gedong dengan peletakan batu pertama pada hari Buda Umanis Prangbakat,14 Oktober 2015 dan baru selesai selama 113 hari yang dikerjakan oleh beberapa tukang seperti; pengerjaan pondasi dari batu senilai Rp.22.000.000,- dari selat,pengerjaan badan asab dari bangli dan tukang ukirnya dari Gianyar senilai Rp.55.000.000,- sedangkan pengerjaan ramon/kayu oleh I Made Entegan dari Tegenan sekaligus sebagai koordinator pembangunan menghabiskan dana Rp.31.419.000 ,-pengecetan hingga finis dikerjakan oleh Nym. Selahdana dengan biaya Rp.6.509.500 ,- sedangkan atap ijuk dengan biaya Rp.13.758.000,- dikerjakan oleh tukang dari Klungkung. dengan demikian total biaya yang dihabiskan adalah.Rp.128.686.500 ,- . Biaya tersebut bersumber dari urunan krama masing-masing Rp.150.000,-x 124 anggota sehingga terkumpul Rp.18.600.000,- punia dari Koperasi Mekar Sari Rp.500.000,- dari krama banjar terkumpul Rp.1.600.000  dan bantuan gubernur th.2015 diberikan dari Desa Pakraman sebesar Rp.70.000.000,- sisanya dari kas banjar sebesar Rp.37.986.500,-
Pada kesempatan itu hadir pula Bendesa Desa Pakraman Tegenan yang diwakili oleh Penyarikan Desa I Ketut Wana Yasa,A.Md.Par. menyampaikan rasa syukurnya bahwa pemugaran gedong yang direncanakan dapat selesai pada waktunya. Dipihak lain hadir pula Penglingsir Kerta Desa Jero Mk.Wayan Sudiana dan penglingsir Paguyuban Pemangku Darma Kerti Jero Wayan Degeng dan prejuru lainnya. Upacara yang rencananya dilaksanakan jam 09.00 tetapi baru bisa mulai jam 10.00 karena Ida Pedanda ada acara,dalam pelaksanaan pecaruan sempat terguyur hujan gerimis namun acara tetap berlangsung lancar.
Usai persembahyangan jam 11.30, Mk.Manik Puspa Yoga selaku Klian Br.Adat Tegenan Kelod ,menyampaikan ucapan terimakasih kepada krama dan puniawan dan kepada pihak terkait yang telah ikut terlibat membantu jalannya pemugaran Gedong Ida Betara Dalem siang dan malam,termasuk kaum istri yang antusias ngayah ngarya bakti terutama serati banten Jero Megeng dibantu Bibi Pagi,Mk.Ayu Manik,Md.Karmiasih,Nyoman Diahari,Ketut Yasa,Mk Istri Sukerti,Wayan Widastra dll,Seka Teruna semangat ngayah mekemit di pura,WHDI,cutet krama semua disampaikan ucapan terimakasih dan meminta maaf jika ada kekurangannya.
Pada kesempatan itu juga disampaikan laporan pertanggung jawabannya,termasuk bantuan PDAM Karangasem sebesar Rp.10.000.000 yang dipergunakan untuk membuat 1 buah WC permanen. Semoga atas jerih payah 'ngaturang yadnya' mendapatkan waranugrahan Ida Betara Dalem hingga apa yang dilakukan dapat terlaksana dengan baik,bersatu,damai dan sejahtra,dengan semboyan YUDHA AWIDYA NAROTTAMA, astungkara....by.;wul@ndari.







Rabu, 21 Oktober 2015

TIM PENILAI LOMBA DESA SADAR LINGKUNGAN MENILAI DESA PAKRAMAN TEGENAN

Senin,19 Oktober 2015 bertempat  di  Balai Desa Pakraman Tegenan dilakukan penerimaan Tim Pe- nilai Lomba Desa Sadar Lingkungan Tk.Kabupaten Karangasem Tahun 2015.  Pada kesempatan itu Bendesa Desa Pakraman Tegenan Mk.Made Sedana dalam laporannya mengatakan bahwa Desa pak- kraman Tegenan sudah siap untuk dinilai oleh Tim dengan batas-batas desa meliputi Desa Pakraman Rendang di bagian selatan,Menanga dan Suukan di sisi barat,Besakih dibagian utara dan    Batusesa disebelah timur. Bidang Kawasan Umum memiliki 1 Balai Desa dan 2 Balai Banjar Adat yakni Ban- jar  Adat Tegenan Kelod dan Banjar Adat Tegenan  Kaja , memiliki jalan Desa,sepanjang 15 km dan satu buah Kuburan,Lapangan Bola  Voly  2  buah. Dalam  Kawasan Pemukiman terdiri dari kawasan pemukiman Tegenan Desa,sampai di  Pacung  di  ujung  selatan,  kawasan  gubugan di bagian timur, kawasan Pliatan-Lesung di bagian barat dan kawasan pemukiman Munggal di bagian utara dan Ban- jar Lemo dan sekitarnya merupakan kawasan pemukiman bagian tengah. Kawasan Pendidikan terdi- ri dari 1 Sekolah Dasar dan 1 Paud,tingkat pendidikan masih  perlu  dipacu  terdiri tingkat Paud 1%, SD 33%,SMP 41%,SMA/SMK17% dan tingkat perguruan tinggi 8%. Sedangkan Kawasan Perairan merupakan Desa  yang  memiliki  mata  air  yang paling banyak di kecamatan Rendang hingga bisa mensuplay air hingga ke Abang Karangasem dan memiliki subak sawah yakni Subak Lipang. disisi lain Kawasan Suci memiliki kahyangan  Dalem 2,Puseh Bale Agung dan Merajapati serta beberapa pura swagina.
Ketua Tim Penilai dalam sambutannya menyampaikan ucapan   terimakasih atas antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan ini, lomba bukan target tetapi implementasinya yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat karena keberadaan bumi / alam  semakin   lama semakin tercemar utamanya oleh kebiasaan umat manusia dalam penggunaan plastik sehingga limbahnya sangat berbahaya bagi kelangsungan kehidupan di bumi. Sebelum peninjauan lapangan   pembawa acara Mk.Manik Puspa  Yoga memberikan penjelasan melalui visual foto-foto kegiatan masing-masing kawasan kepada tim penilai. Acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan lapangan   oleh masing-masing Tim dan di- dampingi pendamping masing-masing kawasan seperti I  Wayan  Kariana,S.Pd koordinator pendam- ping Kawasan Umum bersama I Ketut Simpen,Kawasan  Pemukiman didampingi MK.Wayan Sudia- na bersama  Ni Kadek Ririn Susanti,S.Pd,Kawasan Pendidikan Jero Degeng bersama Pt Ari,S.Pd, Ka wasan Perairan I Wayan Sudarma berama Md.  Gunarta,  Kawasan Suci  didampingi oleh Mk. Restu dan I Ketut Wana Yasa,A.Ma.Par sekaligus sebagai Penyarikan Desa Pakraman Tegenan. Usai kunju ngan lapangan acara diakhiri dengan santap siang dan foto bersama.(manixs)

Penjelasan kepada Tim Penilai

 Kunjungan lapangan Kawasan Suci di Pr.Dalem Putra
 Santap siang bersama di Balai Desa Pakraman



Kamis, 04 Juni 2015

CIPTAKAN KESERASIAN DALAM RUMAH ANDA




         Rumah yang baik adalah idaman setiap orang,ia tak selalu harus mewah tetapi segar dalam setiap penataannya. Ciptakan suasana yang harmonis dan nyaman dalam rumah anda sehingga rumah akan terlihat cantik dan siap menerima energy positif  yang akan masuk dan mengisi kehidupan anda. Berikut ini ada beberapa tips sederhana agar dapat menjadi pengundang energy positif dalam rumah anda.
1.      Pintu masuk utama.
Pintu utama adalah mulut rumah anda,disinilah chi akan masuk kedalam rumah anda ,karena itu rawatlah pintu rumah agar tetap bersih,cerlang dan bekerja dengan baik. Hindarilah penempatan cermin di ruang tamu yang langsung berhadapan dengan pin tu utama,karena hal itu justru akan menolak energy kemakmuran yang seharusnya masuk. Setelah itu tatalah furniture di ruang tamu secara apik tanpa menemukan kesan sempit dan sumpek.

2.      Kamar tidur.
Tidur adalah obat untuk kelelahan anda ,kamar tidur menjadi penting dalam hidup,cobalah untuk menata ruang pribadi ini dengan baik. Usahakan agar kepala anda terlindungi oleh tembok kokoh saat berbaring . tidur adalah saat dimana kita rentan terhadap serangan,karena itu letakanlah tempat tidur anda pada arah diagonal dari pintu kamar agar anda bisa mengendalikan chi yang masuk.
            Janganlah tidur dengan kaki atau kepala yang searah dengan pintu asuk,karena cara ini diibaratkan dengan arah peti mati dalam feng shui. Jangan pula meletakan kepala dekat dengan jendela,karena hal ini akan membuat tidur anda terganggu oleh energy negative dari luar sana. Keberadaan  cermin kadang baik untuk sebuah ruang,kadang pula juga buruk untuk sebuah kamar, sebaiknya menghindari perletakan cermin yang
langsung berhadapan dengan posisi anda tidur.

3.      Ruang keluarga.
Ruang tamu adalah jantung rumah anda,karena itu jagalah ruang tamu agar tetap bersih sehingga chi dapat mengalir dengan mulus. Apalagi jika penataan furniture tertata dengan baik sehingga tak ada lagi aliran chi yang tersendat,semakin sedikit furniture rasanya akan smakin baik. Sebaliknya pilihlah furniture yang terkesan lembut,meja membundar atau kursi dengan punggung kuat sebagai pertanda keluarga anda terlindungi dengan baik. Tempatkan pula foto-foto keluarga atau kerabat disisi timur ruang tamu untuk memperkuat energy keluarga dan kesehatan untuk member getar dan keberuntu- ngan,tempatkan alat-alat elektronik disisi barat dengan paduan tanaman indoor yang menawan..

4.      Dapur
Dapur adalah area terpenting rumah,mengingat pertumbuhan anda dan keluarga bergantung padanya karena itu kebersihan dan  penataan dapur yang baik akan menguntungkan anda.  Jangan tempatkan kompor atau alat masuk langsung berhadapan dengan sink ,kulkan atau tempat berair lainnya,ka-rena itu akan dapat mempertentangkan energy ‘air’ dengan energy ‘api’ dirumah anda. Arah kompor yang baik adalah selatan. Semakin banyak kegiatan dapur/kompor yang menyala itu berarti keberuntung-an akan terus menghangatkan rumah anda.

5.      Ruang makan
Letakan gambar,foto atau image makanan dengan cermin besar untuk merefleksikan keberkahan makanan yang tersaji di meja makan.

6.      Tanaman
Tanaman yang berduri atau berdaun adalah jelmaan
panah beracun dalam feng shui. Pilihlah tanaman dengan daun yang membundar,keberadaan tanaman bisa dijadikanpengalihan sudut menonjol pada sebuah rumah atau meredupkan kelebihan sinar cahaya dalam sebuah bangunan.

7.      Kamar mandi
Hal yang terpenting adalah tutuplah kamar mandi dengan klosetnya kalau tidak digunakansehingga chi yang ada di rumah tidak terbang dengan percuma.

8.      Jendela
Perilah jendela yang merupakan mata rumah anda yang akan tetap membiaskan chi walau dalam keadaan tertutup. Jadi jagalah kaca jendela agar tetap bersih dan jernih.

9.      Lorong
Jika ada lorong di rumah,warna putih dan pencaha-yaan yang memadai akan menjadikan chi di sekitar tidak stagnan.

10.   Pencahayaan
Cahaya alami adalah cayaha yang terbaik selain cahaya lampu di rumah. Anda bisa memantulkan cahaya kebeberapa arah. Cara ini diyakini akan menguatkan energy kesempatan dan kemungkinan baik pada anda.

11.   Cermin
Cermin adalah obat mujarab feng shui,namun hati-hati dalam meletakan terutama dalam kamar tidur. Cermin biasanya dimanfaatkan untuk memunculkan sebuah sudut rumah  yang ‘hilang’,misalnya rumah tipe letter ‘L’ peletakan cermin pada  pada tapak atas anak tangga akan membantu melambatkan chi mengalir turun. Cermin bisa digunakan untuk member kesan luas pada sebuah ruang sehingga chi tidak mengalir stagnan. Sebaliknya penggunaan cermin bertujuan untuk merefleksikan hal-hal yang sulit  dilihat secara langsung.

12.   Asesoris
Penggunaan karpet sebaiknya tidak hanya mengacu pada kebutuhan,tetapi juga  diselaraskan pada siklus positif  energy feng shui.. misalkan saja karpet motif dan warna ‘kayu’ akan baik jika ditempatkan disudut utara yang ’air’. Selain itu kehadiran karpet juga mampu mengangkat keberadaan sebuah sudut di rumah.. ‘Kristal’ adalah benda feng shui yang terbaik,begitu pula ‘genta angin’ disebut sebagai terapi indah dalam feng shui untuk menarik orang-orang berpengaruh  pada diri anda. Gantungan genta angin dengan lengan 6 atau 8 lonceng disudut barat laut ruang keluarga.

13.   Warna
Warna adalah terapi penyeimbang rumah,setiap warna mempunyai  daya tarik yang unik,selaras dengan lima dasar elemen feng shui. Jadi cermatlah memanfaatkan warna sesuai dengan siklus positif energy feng shui. Gunakan warna-warna lembut untuk ruang pribadi anda.

14.   Akuarium dan ikan
Sering orang mengartikan bahwa ikan sebagai hewan keberuntungan dalam feng shui. Benar ada legenda yang menyebutkan bahwa ikan sebagai hewan yang gigih dalam perjuangan, oleh karena itu masyarakat Cina dulu meyakini bahwa 8 ekor ikan mas dan 1 ikan warna hitam adalah kombinasi yang membawa keberuntungan. Padahal pendapat itu tak sepenuhnya benar. Air bergerak dan mengalir adalah hal utama dalam feng shui. Keberadaan ikan hanya-lah pemberi kehidupan dalam sebuah kolam atau akuarium. Sebaiknya buat di sudut utara rumah anda.



NB/15/19092010/Drs,Hariadi  Akupunturis master of trainer akufuntur dan geomancer feng shui.