Rabu, 08 April 2026

Sejarah Pura Dalem Putra Desa Adat Tegenan

Pura Dalem Putra yang terletak di Banjar Adat Tegenan Kelod merupakan salah satu pura penting dalam struktur Kahyangan Tiga Desa,Desa Adat Tegenan. Pura ini diperkirakan telah berdiri sebelum masuknya pengaruh Dang Hyang Dwijendra di Bali. Hal ini dapat dilihat dari tidak ditemukannya bangunan padmasana pada masa awal pendiriannya. Struktur awal pura hanya terdiri dari sebuah gedong bata sebagai bangunan utama serta empat bebaturan mengelilinginya, yang dipercaya sebagai tempat berstana pengabih Ida Betara Dalem,ditambah bangunan pendukung seperti bale gong dan bale pebatan. Barulah kemudian mulai tahun 1995 dengan klian baru mulai ditata dan dirintis direnovasi ditambah dengan bangunan penegtegan,bale pesanekan,bale peselang. Sasih kesanga tahun 2002 ada 9 orang kesurupan dari Banjar Adat Tegenan Kaler selama 42 hari salah satu petunjuknya adalah agar klian bersama krama pengempon melengkapi dengan mebangun pelinggih Taksun Jagat yang berupa Padmasana Ageng medasar Bedawangnala nyujur langit. Kemudian due-due yang berupa wayang,keris ,telek,jauk dan uang kepeng yang masih dirumah pribadi agar dikembalikan ke pura dan dibuatkan penyimpenan/gedong simpen untuk menyimpan duwen Ida Bhetara dan Telek,Jauk,petapakan Betara Prajapati agar diwujudkan kembali termasuk barong bangkung yang ada di Tulak Tanggul.

Di area pura juga terdapat dua pohon jepun Bali yang besar dan kokoh. Keberadaan pohon ini diyakini sebagai cikal bakal atau tonggak awal berdirinya Pura Dalem Putra.

Asal Usul Desa dan Perpindahan Pemukiman

Pada masa pemerintahan Raja Mayadenawa, pemukiman penduduk awal yang dikenal sebagai Desa Pikulan berada di wilayah utara, sekitar 2 km di selatan Dalem Puri yang disebut Kuuman Dalem. Kuburan (setra) masyarakat juga berada di wilayah tersebut.

Namun, akibat larangan Raja Mayadenawa terhadap praktik pemujaan kepada Tuhan, masyarakat kemudian berpindah ke arah selatan untuk mencari kebebasan beribadah. Di tempat baru ini, mereka membangun kembali pemukiman beserta Kahyangan Tiga, termasuk memindahkan setra dan mendirikan kembali Pura Dalem.

Pura Dalem yang baru ini kemudian dinamakan Pura Dalem Putra, sebagai bentuk kesinambungan atau keturunan dari Dalem lama di Kuuman Dalem. Dalem lama selanjutnya dikenal dengan sebutan Pura Dalem Suci, sedangkan Dalem yang baru disebut Dalem Putra. Wilayah pemukiman baru ini kemudian dikenal sebagai Tegenan Desa.

Perkembangan Masyarakat dan Desa Adat

Seiring berjalannya waktu, jumlah warga yang awalnya sekitar 33 kepala keluarga mendapatkan lahan pekarangan baru yang disebut Desa Karang. Masyarakat di wilayah ini memiliki kewajiban khusus, yaitu mundut Ida Bhatara di Besakih saat pelaksanaan upacara Melasti.

Jumlah penduduk kemudian berkembang menjadi sekitar 50 kepala keluarga. Dengan bertambahnya jumlah krama, masyarakat membangun Pura Puseh Bale Agung yang kemudian dikenal sebagai Desa Seket. Desa ini memiliki kewajiban ngempon Pura Puseh dan melaksanakan upacara di Ngusaba Nini di Pura Puseh dan Ngusaba Pitra di Dalem Suci. Sedangkan Ngusaba Tegen di Bale Agung dilaksanakan oleh krama banjar.

Peran Tiga Dadia Perintis

Terdapat tiga dadia utama yang merintis dan memegang peranan penting dalam struktur sosial dan keagamaan desa, yaitu:

  1. Dadia Pasek Gelgel Ibu Kanginan (bergelar Pasek Kubayan)
    • Bertugas sebagai pemimpin desa (Kubayan)
    • Berperan sebagai pengambil keputusan utama (pemutus desa)
    • Memiliki kewajiban ngawa surat pepegat saat prosesi pemangku dan kelian meserah sampelan di Bale Agung, serta dalam pelaksanaan upacara ngaturang punagi.
    • Berwenang memutuskan pelaksanaan Pitra Yadnya di Ratu Dukuh ketika tidak terdapat sulinggih
  2. Dadia Penataran
    • Berperan sebagai juru guet (sekretaris desa)
  3. Dadia Pejenengan
    • Bertugas sebagai juru penyeneng atau pengelola wewantenan (sarana upacara)

Seluruh struktur, peran, dan kewajiban ini tercatat dalam lontar tanpa surat sebagai pedoman adat yang diwariskan secara turun-temurun.(manixs,dirangkum dari berbagai sumber)

 


Gedong Bata lingga Stana Bhetara Dalem Putra

 
4 buah pelinggih sebagai pengabih Bhetara Dalem (Ratu Wayan Tebeng/Md.Jelawung,Ratu Nyoman Sakti PEngadangan,ratu Ketut Petung dan ratu Ngrurah Tangkeb Langit)

 
Padmasana Bedawang Nala Agung nyujur langit,linggih Taksun Jagat

Bale Gong

Pesamuan

Perantenan dan Peebatan

Candi Bentar